Meningkatkan Ketahanan Nasional, Setjen Wantannas Berkunjung Ke UST

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang multi etnik dan multikulturalistik. Indonesia memiliki kurang dari 750 suku bangsa. Sebagai bangsa yang tercerahkan di awal abad ke 20 yang berjuang dari keterjajahan untuk merdeka maka persatuan dan kehendak bersatu menjadi nilai-nilai utama kemanusiaan.

“Nilai-nilai utama keindonesiaan adalah kebersamaan yang berasaskan kekeluargaan. Sumpah pemuda 1928 merupakan ekspresi kebersamaan sebagai satu keluarga besar untuk memenuhi kebutuhan bersatu. Ketahanan nasional merupakan kemampuan dan ketangguhan bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan kehidupan menuju kejayaan bangsa dan negara,” ujar Prof. Dr. Sri-Edi Swasono dalam Ceramah Terbuka dengan mengambil tema “Meningkatkan Ketahanan Nasional” di Kampus Pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Kamis (28/6).

Pancasila yang implisit mengemban nilai-nilai utama keindonesiaan, terang Prof. Dr. Sri-Edi Swasono, merupakan faktor operatif yang dominan untuk menjaga dan memantapkan persatuan dan memperkukuh ketahanan nasional Indonesia.

“Tujuan pembangunan Indonesia bukan membiarkan terjadinya sekedar pembangunan di Indonesia, buka pula penonton pembangunan di negeri sendiri. Kita harus memupuk sendiri pengalaman membangun.” jelas Prof. Dr. Sri-Edi Swasono.

Sedangkan Setjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memaparkan perang saat ini bukan perang senjata api akan tetapi perang menghadapi kerusakan lingkungan.

“Ketahanan yang kuat adalah rakyat yang sejahtera. Ada hal yang kontradiktif. Indonesia tahun 2018 ini merupakan negara peringkat ke-2 untuk investasi. Namun di sisi lain juga merupakan peringkat ke-135 dari 141 negara dalam hal kerusakan lingkungan”, tutur Letjen TNI Doni Monardo.