Ujian Doktor Moh Rusnoto Susanto, “Digital Mampu Nihilkan Nilai Kemanusiaan”.

Moh Rusnoto Susanto, M.Sn. selaku dosen dan Kaprodi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta melakukan ujian terbuka untuk memperoleh gelar doktor dalam bidang penciptaan seni di kampus Pascasarjana ISI Yogyakarta, Senin (8/1). Rusnoto akan mempertahankan disertasi berjudul “Virtual Replecement: Refleksi Terhadap Fenomena Cybercultures” dengan promotor Prof. Dwi Marianto, MFA., Ph.D. dan Prof. Gustami, SP.

Rusnoto mengamati, di Indonesia khususnya kota besar telah terjadi perubahan sistem penggunaan instrumen cybernetic secara sporadik melalui perkembangan teknologi komunikasi digital. “Masyarakat posmodern melakukan eksodus besar-besaran, semacam urbanisasi virtual. Dari ruang nyata ke dunia maya, digital virtual space,” ucapnya.

Dijelaskan, dominasi dunia maya ternyata membangun karakteristik budaya masa kini sebagai fokus permasalahan penelitian penciptaan seni. “Praktik cybercultures senantiasa berujung pada sebuah proses virtual replacement atau penggantian maya sebagai bentuk eksistensi manusia pada praktik digitalisasi,” ucap kurator seni rupa ini.

Ditegaskan, arus global telah mengubah cara pandang masyarakat dalam interaksi sosial dan aktivitas sehari-hari. Dalam hasil penelitian Rusnoto menyarankan dalam menghadapi perubahan era globalisasi, digitalisasi sudah sepatutnya disikapi dengan arif dan bijaksana dengan kebijaksanaan tinggi.

“Kesadaran itu penting agar tidak terseret, bahkan kecanduan penggunaan fasilitas jejaring komunikasi serta digital”, ujarnya. Tak kalah pentingnya masyarakat siap mental berada dalam sistem komunikasi digital yang mampu menihilkan nilai kemanusiaan, mereduksi nilai sosial dan kultural.