Peresmian Kampus 5 Fakultas Teknik UST

Dulu dikenal politik jadi panglima. Sudah saatnya budaya jadi panglima agar kehidupan berbangsa bernegara lebih humanis, adil, dan beradab. Demikian ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  KGPAA Paku Alam X saat meresmikan Kampus V yang menjadi Fakultas Teknik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta di Jalan Miliran, Mujamuju, Rabu (13/12). Tampak hadir dan memberikan sambutan Heroe Poerwadi (Wakil Wali Kota Yogyakarta), Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA. (Koordinator Kopertis Wilayah V DIY), Prof. Dr. Sri-Edi Swasono (Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa), Prof. Dr. Adhi Susanto (Ketua Yayasan Sarjanawiyata Tamansiswa, dan Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D. (Rektor UST).

Peresmian gedung 4 lantai senilai 12 miliar rupiah tersebut ditandai pemotongan tumpeng, pengguntingan rangkaian bunga melati dan penandatanganan prasasti. Diserahkan pula buku-buku kebudayaan, kebangsaan terbitan UST Press kepada tamu undangan. Menurut KGPAA Paku Alam X, kehidupan yang sudah mulai meninggalkan karakter keindonesiaan, saat diwacanakan budaya jadi panglima. “Kebudayaan sebagai panglima yang mengedepankan budi pekerti, keadaban keindonesiaan.” ucapnya. Hal senada juga dilontarkan Hereo Poerwadi. “Membangun bersifat fisik sudah umum dilakukan. Tamansiswa maupun UST sudah saatnya menonjolkan seni dan budaya. Orientasinya membangun karakter bangsa,” ujarnya. Membangun tanpa dukungan seni budaya, seperti ada sesuatu yang hilang.

Sedangkan Rektor UST Dr. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D. mengungkapkan pembangunan gedung Fakultas Teknik UST sudah direncanakan jauh-jauh hari. “Tidak ada pilihan lain harus membangun sarana-prasarana agar mahasiswa UST bertambah terus bahkan sampai menolak-nolak ribuan calon mahasiswa baru karena ruang terbatas”, ucapnya.