Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta melakukan audiensi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Maraknya aksi radikalisme yang akhir-akhir ini terjadi di masyarakat termasuk lingkungan kampus, menimbulkan keprihatinan dari semua pihak. Selain bertentangan dengan aturan juga bisa mengancam persatuan bangsa. Keberadaan Perguruan Tinggi (PT) sebagai pencetak kaum intelektual memiliki peran strategis untuk mencegah radikalisme. Menyadari akan hal itu pada 28 Oktober mendatang akan diadakan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi melawan Radikalisme  secara serentak di semua provinsi Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari aksi kebangsaan melawan radikalisme yang dihadiri oleh 3000 lebih pimpinan PT di Nusa Dua Bali akhir September lalu. Kami berharap lewat kegiatan ini ada kesinambungan kegiatan di kampus-kampus. Rencananya nanti akan ada aksi kebangsaan dalam bentuk deklarasi civitas akademika se-DIY,” kata Koordinator Steering Committee (SC) sekaligus Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D. usai bersilaturahmi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis Komplek Kepatihan, Rabu (18/10).