Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme

Berkembangnya faha radikalisme di Indonesia dengan mengatasnamakan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) sudah sangat membahayakan bangsa, negara dan kemanusiaan. Oleh karena itu perguruan tinggi se-Indonesia harus mengambil sikap jelas, tegas dalam mencegah, melawan radikalisme dan berperan nyata membela NKRI sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab kepada bangsa dan negara.

Pancasila harus kita rawat dan kita jaga. Jangan sampai ada faham-faham yang tidak sesuai dengan Pancasila. Banyaknya suku bangsa di Indonesia sampai saat ini tetap terjaga kerukunannya karena dirawat dengan Pancasila, kata Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta dalam rapat pemantapan yang dihadiri oleh para rektor PTN dan PTS di lingkungan DIY.

Pemantapan ini terkait dengan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017. Forum ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Kebangsaan dari Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se-Indonesia melawan Radikalisme yang berlangsung di Bali pada bulan September lalu.