Commemorating the 90 th Anniversary of Tagore-Dewantara Rendezvous

Commemorating the 90 th Anniversary of Tagore-Dewantara Rendezvous merupakan peringatan 90 tahun kunjungan Rabindranath Tagore (tokoh pendidikan India) ke Indonesia yang diantaranya berkunjung ke rumah Ki Hadjar Dewantara (tokoh pendidikan Indonesia). Berbagai macam kegiatan akan dilaksanakan untuk memperingati momen ini salah satunya Internasional Colloquium yang akan diselenggarakan oleh Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

Sebelum menyelenggarakan Internasional Colloquium ini UST mengadakan audiensi terlebih dahulu ke Surat Kabar Kedaulatan Rakyat (KR) dalam rangka mempublikasikan kegiatan tersebut. Rombongan UST yang dipimpin langsung oleh Rektor bertemu langsung dengan Dr. Gun Nugroho Samawi selaku Direktur Utama KR. Rektor menyampaikan bahwa audiensi ini berkaitan dengan acara International Colloquium yang akan diselenggarakan oleh UST. Dalam melaksanakan International Colloquium, UST bekerjasama dengan Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kedutaan Indonesia – India, Indian Council for Cultural Relations, dan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Pembicara untuk acara International Colloquium melibatkan dari Indonesia dan India. Pada Jumat (15/9), Wakil Rektor IV bidang Kerjasama didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama (BHMK) menjemput Pembicara sekaligus delegasi dari India di Bandara Internasional Adi Sucipto. Para pembicara dari India yang hadir diantaranya Dr. Ramesh Pokhariyal Nishank, Supriya Roy, Sri Sushoban Adhikary, Dr. Bhaswati Bhattacharya, Srilekha Chatterjee, Dr. Bratindranath Chattopadhyay, dan Prof. Sabuj Koli Sen.

Delegasi India mengunjungi Pendopo Tamansiswa untuk menyaksikan pertunjukan Tari dan Dolanan anak dari siswa/i Taman Indriya, Taman Muda, dan Taman Dewasa. Kunjungan mulai pukul 18.00 – 21.00 wib dengan di sambut oleh Ketua Harian dan pengurus Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. Kunjungan ini merupakan rangkaian acara Commemorating the 90 th Anniversary of Tagore-Dewantara Rendezvous untuk mengingat kembali kunjungan Rabindranath Tagore ke Pendopo Tamansiswa bertemu dengan Ki Hadjar Dewantara.

Acara International Colloquium “Ideas of Tagore and Dewantara on Education, Culture, and Nationalism ini bertempat di Ruang Ki Sarino Mangunpranoto Kampus Pusat UST, Sabtu (16/9). Kegiatan untuk menandai 90 tahun pertemuan Rabindranath Tagore dengan Ki Hadjar Dewantara memilih tema Ideas of Tagore and Dewantara on Education, Culture, and Nationalism menghadirkan delegasi dari India dengan keynote speech Dr. Ramesh Pokhariyal Nishank dan Prof. Dr. Sri-Edi Swasono selaku Ketua Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa. Wakil Rektor I UST selaku Ketua Panitia juga memberikan sambutan pengantar pada acara ini, hadir juga Duta Besar Indonesia untuk India Rizali W. Indrakesuma.

Disela memberikan sambutan sekaligus membuka International Colloquium “Ideas of Tagore and Dewantara on Education, Culture, and Nationalism, Direktur Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia Hilman Farid, Ph.D. menegaskan Ki Hadjar Dewantara banyak belajar kepada Rabindranath Tagore dari India didalam pendidikan budi pekerti dan seperti halnya Rabindranath Tagore, Ki Hadjar Dewantara melihat ada kekurangan mendasar dalam sistem pendidikan barat pada umumnya. Pendidikan barat hanyalah olah pikir kurang diimbangi dengan olah rasa.

Pendidikan lazimnya diciutkan pada pengajaran untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan keahlian bagi otak peserta didik. “Sistem pendidikan barat terlalu menekankan kepada olah pikir namun kurang di imbangi dengan olah rasa/perasaan dan olah kehendak. Dan pendidikan yang di tawarkan oleh Rabindranath Tagore dan Ki Hadjar Dewantara adalah pendidikan budi pekerti.

Dalam merumuskan sistem dan visi pendidikan budi pekerti Ki Hadjar Dewantara menoleh kepada kekayaan budaya dan tradisi khususnya Jawa. Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan budi pekerti ialah bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendah. Mendidik budi pekerti atau karakter dapat menentukan sebagai manusia merdeka atau manusia berpribadi.